apa yang kutulis tetap kutulis apa yang kudengar tetap kudengar, apa yang kurasa tetap kurasa, apa yang kulihat tetap kulihat dan inilah kisah nyata yang kuungkapkan serta rasa terimakasih yang tak terhingga kepada HTMLers semoga apa yang telah dilakukan mendapat balasan dari Yang Maha Kuasa itu saja yang bisa kuberikan.
09/03/2009 18:26 : Ko, bapak opname na jebres iki lagi arep mangkat. [hpku berderit sms dari kaka ku]
Deg……rasa ni tak karuan [aku tao persis riwayat kesehatan bapak ku] deg..degan…gemeter….was-was….cemas…..ndak karuan campoer aduk.
ginjal bapak tinggal satu dan kondisinya sebelumnya dalam keadaan biasa saja dan tidak membayangkan sampe drop sedemikian parahnya [yah siapa tao perjalanan kehidupan manusia].
ribut…bingung…kalang kabut….yah aku berdoa dan mencoba untuk mengerti serta menerima kenyataan yang ada. ibu bilang tolong nanti malam bapak didampinggi saat usg.
pagi istri dan ibu jagain bapak sedangkan aku selagi ada waktu jenguk bapak.
Sore sepulang kerja langsung ke rumah sakit. Kondisi bapak masih lemah jam 7 malam bapak di antar petugas dan aku serta istriku dampingi dari lantai 3 bangsal bapak ke lantai satu melewati lorong panjang. Ada 3 pasien bapak no 2. kemudian bapak di usg. Dokter mengatakan ke bapak wa mesti cuci darah nih. Bapak menjawab dengan tenang achh ngak usah dok…. [bayangin perasaanku rasanya kaya apa, bingung, sedih ndak terperikan langsung aku gak kuat berdiri sambil jongkok di kursi roda bapak]. Bapak bisikin diriku sudah ndak usah dipikirkan kalo memang sudah waktunya ya sudah tolong bapak untuk direlakan, bapak tidak mao menderita lebih panjang. Cuci darah belon tentu akan menjadi lebih baek. Aku mencoba untuk mengerti, memahami, merelakan keinginan bapak.
Kami terdiam lama sampe petugas mengantar kembali ke bangsal. Tidak nyaman, tidak enak segala rasa jadih satu kebingungan, kegetiran, mao nangis ku tahan. Dan ketika aku melawan perasaaku yang campur aduk itu. Ibu berbisik sudah tolong bapak untuk direlakan kasihan penderitaan bapak. Ada rasa nyaman bagaikan tetesan embun. Walo aku belon bisa menerima kenyataan tetapi perasaaaku sudah tidak segalau lagi.
Rabu siang bapak sudah pulang, kemudian diriku hunting jamu ato sejenis herbal yang tidak ada efek samping, kenapa??? Setiap obat yang masuk pasti selalu dimuntahkan kembali karena reaksi dari dalam seolah-olah ada penolakan duh bayangin ajah obat yang seharga mahal itu cumin liwat ajah terbuang percuma. . Mulailah perburuanku didepan komputer aku menjelajah dunia ngenai jamu ato sejenis herbal apa yang bisa untuk mengatasi ginjal yang sudah akut.
12/03/2009 09:41 mas Bimo [Semarangers] seorang teman/kawan/sahabat/sodara dari Komunitas Honda Tiger Indonesia sms minta email dariku. Dan siapa mengira kalo berawal dari email tersebut aku mendapatkan pencerahan mengenai kondisi bapakku.
Dengan semangat 45 ku cetak serta ku kopi dan kusebarkan ke temen-temenku yang ada masalah dengan ginjal. Pulang kerja langsung ke rumah bapak serta menanyakan dan memberikan kopian ngenai daun sukun penyelamat ginjal tersebut.
Kemudian ibu minta bantuan tetangga untuk mencarikan daun tersebut dikeringkan kemudian mulai terapi pakai daun tersebut.
Dan sungguh terasa sekali manfaat daun tersebut, sekali minum satu gelas walo pait ternyata bisa diterima artinya tidak ada reaksi penolakan. Mulailah bapak bisa makan kembali sehingga tenaga paling tidak bisa ada peningkatan walo baru beberapa jenis makanan tetapi itu sungguh sangat membantu sekali pemulihan tenaga bapak.
sapa sangka email dari brader nih telah menyelamatkan bapak ku.
tidak terbayangkan dan tidak mengira secara tiba-tiba setelah kebingungan dan kebuntuan karena kepasrahan yang ada muncul email ngenai ginjal. persis dan pas ketika aku hunting jamu untuk bapak. tiba-tiba dan sekonyong-konyong muncul info diatas dueggggg….kagak nyangka sob…….
[kenapa jamu ato jenis tumbuhan karena tidak ada efek samping.]
obat yang dikonsumsi bapak [mahal bagi kami bukan masalah untuk upaya kami sekeluarga] tetapi efek sampingnya setiap obat yang masuk pengaruhnya luar biasa apa yang didalam perut lagsung keluar semua dan ini mengakibatkan semakin drop.
Bapak mulai keliatan seger kembali.
Apa yang kutulis merupakan pengalaman hidupku dan merupakan perjalanan kehidupanku untuk bisa mengeri, memahami serta menerima kenyataan.
Terimakasih kepada Yang Maha Kuasa, braderku Mas Bimo semoga Tuhan Yang membalas kebaekan, ketulusan yang telah diberikan kepada sesama.
Terimakasihku kepada temen-temenku senasib seperjuangan mencari sesuap nasi. </s